Rabu, 29 Februari 2012


Pasangan Teromantis, 82 Tahun Hidup Bersama  

 - Delapan puluh dua tahun bersama, pasangan ini mencatat rekor pasangan paling setia di Inggris, ketika angka perceraian makin meningkat. Lionel dan Ellen Buxton, nama pasutri ini, masih sama bahagianya seperti pertama kali mereka berjumpa, 82 tahun yang lalu.

Sejak 1936 hingga kini mereka masih menjaga ikat janji pernikahan.

Ellen mengatakan tidak pernah tebersit keinginan berpisah di antara mereka. "Saya tak pernah merasa ingin bersama dengan pria selain Lionel," kata perempuan berusia 100 tahun ini menyebut nama suaminya, yang enam bulan lebih muda. "Kami pasangan suami istri dan menjadi sahabat satu sama lain."

Rupanya keduanya mempunyai resep agar pernikahan tetap langgeng hingga maut memisahkan. Ellen dan Lionel berusaha menjaga romantisme tetap terjaga meski telah memiliki empat cucu. Tradisi saat masih berpacaran tetap dibawa hingga ke dalam pernikahan: makan malam romantis, menghabiskan waktu bersama, dan main Bingo.

Kunci keharmonisan mereka adalah hal-hal kecil yang menjadi kesamaan. Lionel dan Ellen sangat menyukai tayangan opera sabun di TV, Bingo, bermain kartu, dan membaca novel.

Dua sejoli ini merupakan penggemar berat olah raga. Olah raga memanah dan sepak bola menjadi favorit mereka. Pasangan yang tinggal di Kent, Inggris ini, adalah pendukung setia tim sepak bola Charlton Athletics.

Hasilnya, selama delapan dekade, keduanya tak pernah satu
malam pun berpisah. Kini mereka menjadi pasangan tertua dan terawet di Inggris.

Mereka menjadi saksi pergantian perdana menteri Inggris sebanyak 15 kali dan mengalami konflik dan permasalahan yang pernah mendera negara itu.

Lionel dan Ellen berjumpa pada 1930, tahun ketika Uruguay menjadi pemenang di Piala Dunia pertama dan tahun kelahiran aktor legendaris Clint Eastwood.

Lionel dan Ellen bertemu di tempat kerja, pabrik kabel bernama "Henley Cable" di Utara Woolwich, London. Ellen yang berkerja sebagai mekanik sering meminta bantuan Lionel, insinyur yang bekerja paruh waktu untuk perusahaan itu.

Saking seringnya Ellen minta tolong, Lionel menyebut dirinya 'Ellen's Toy Boy'. "Dia cantik, dan aku selalu menunggu saat-saat Ellen meminta bantuanku," kata Lionel mengenang awal-awal perjumpaannya dengan sang istri.

"Tak lama setelahnya, kami beberapa kali pergi bersama dan menjadi sepasang kekasih," Lionel menuturkan.

Pada 18 Juli 1936 mereka menikah di Plumstead, London, dan menetap di kota itu sampai 48 tahun kemudian. Kehidupan perkawinan mereka diwarnai suka dan duka.

Kala Perang Dunia kedua, Lionel ikut wajib militer. Pada 1945, pabrik tempatnya bekerja bersama Ellen direnovasi akibat terkena bom yang dijatuhkan oleh pasukan tentara Jerman. Lionel lalu bekerja di perusahaan bernama Crosse dan Blackwell. Lalu berganti kerja di Nestle dengan upah £ 3 per minggu. Tahun 1950, lahir anak mereka satu-satunya, Cindy.

Lionel bekerja di Nestle selama 40 tahun dan pensiun di usia 64 tahun. Pasangan ini pindah ke Folkestone, kemudian ke Kent. Seorang perawat hanya datang satu kali seminggu untuk membantu dan merawat pasangan ini. Kesehatan mereka masih sangat baik untuk orang berusia lanjut.

Sebenarnya Ellen pernah divonis kanker usus, sepuluh tahun lalu. Tapi ia tidak operasi atau kemoterapi karena usianya terlalu tua untuk menjalani kedua tindakan medis itu. Ajaibnya, hingga kini kesehatanya tetap terjaga.

"Kami semakin mencintai dan akan terus bersama," kata Ellen.

Sumber. TEMPO.Co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar